Merawat Anak Kucing Baru Lahir

5 Cara yang Harus Diperhatikan Saat Merawat Anak Kucing Baru Lahir

Bayi kucing yang baru lahir dari induknya membutuhkan perhatian khusus dalam perawatannya. Pada umumnya induk kucing memiliki peranan besar dalam merawat anak-anaknya sendiri. Namun Anda memiliki kewajiban untuk tetap membantu dalam merawat bayi kucing tersebut. Berikut ini tips merawat bayi kucing yang baru lahir untuk Anda.

  1. Usahakan Anak Kucing Berada Dekat dengan Induknya

Usahakan agar anak kucing yang baru lahir selalu berdekatan dengan induknya. Setelah melahirkan pun induk kucing akan sering berada di dalam kandang. Ia hanya pergi meninggalkan kandang saat ingin mencari makanan dan air bagi anak-anaknya. Induk kucing akan selalu merawat dan menjaga anak-anak yang telah dilahirkannya.

Induk kucing biasanya menjilati badan anak-anaknya untuk membersihkan sisa plasenta yang ada pada tubuh anaknya. Ia menjilati bagian perut anak-anaknya untuk memberikan dorongan atau rangsangan untuk mengeluarkan kotoran mereka, karena pada umumnya anak kucing yang baru lahir tidak mampu melakukan buang air sendiri.

Hindari melakukan kontak langsung pada anak kucing, karena kucing yang memiliki bau tubuh manusia tidak akan dikenali lagi oleh induknya. Anak kucing yang tidak dikenali lagi akan membuat induk kucing enggan merawat mereka. Pastikan Anda menggunakan sarung tangan saat menyentuh badan anak kucing tersebut.

  1. Kehangatan Tubuh Bayi Kucing

Anda juga perlu menjaga agar bayi kucing yang baru saja lahir tetap berada dalam kondisi yang selalu hangat, karena tubuh bayi yang sangat muda tidak bisa cepat beradaptasi dengan suhu di luar rahim induknya. Anda bisa menyiasatinya dengan menyediakan alas selimut ataupun selendang yang tebal di dalam kandang.

Kondisi yang hangat juga membuat bayi kucing merasa betah dan nyaman saat tidur di dalam kandang. Pastikan Anda membuat kandang yang terletak di tempat yang memiliki suhu yang hangat dan terhindar dari kebocoran saat hujan. Anda juga dapat menambahkan lampu pijar dengan cahaya yang tak terlalu terang agar kehangatan selalu terjaga.

  1. Perhatikan Adanya Sisa Plasenta

Anda dapat membantu membersihkan tubuh anak kucing, jika induk kucing tidak dapat menjilati sisa plasenta sampai bersih. Sisa plasenta ini akan sangat berbahaya bagi anak kucing jika dibiarkan saja dalam waktu yang lama, karena dapat mengganggu kelancaran pernafasan bayi kucing dan kurangnya gizi yang diterima oleh bayi kucing tersebut.

Pakailah sarung tangan terlebih dahulu sebelum melakukan pembersihan sisa plasenta. Sarung tangan yang digunakan harusnya berbahan plastik atau kain. Kemudian gunting secara perlahan-lahan dan hati-hati sisa ari-ari pada bayi kucing.

  1. Perhatikan Kebersihan Tubuh Bayi Kucing

Anda juga harus memperhatikan kebersihan tubuh bayi kucing secara menyeluruh setelah melakukan pembersihan sisa plasenta. Kebersihan tubuh bayi kucing yang perlu diperhatikan meliputi mata, sekitar perut dan anus, karena pada daerah tersebut sering dihinggapi kuman yang dapat menyebabkan risiko penyakit pada bayi kucing.

  1. Memberi Susu pada Bayi Kucing

Bayi kucing yang baru lahir selalu menyusu kepada induknya. Oleh karena itu, kebutuhan nutrisi mereka dapat terpenuhi dengan baik. Namun Anda juga dapat membantu memberinya susu instan dengan menggunakan beberapa peralatan untuk memberikan susu pada bayi kucing. Jangan memberikan susu secara berlebihan.

Sebagai seorang pecinta kucing sudah tugas Anda untuk melakukan perawatan yang baik bagi bayi kucing yang baru saja lahir. Beberapa contoh cara merawat anak kucing seperti di atas sangat direkomendasikan bagi Anda para pemula yang sedang menanti proses kelahiran induk kucing peliharaan Anda.